Discography
Soulmate Online
|
Home Discography Soulmate Press Release
Belahan Jiwa Kahitna
Waktu 20 tahun bukan masa yang singkat untuk menunjukkan eksistensi.
Kahitna punya “keberuntungan” itu. Selama hampir dua dasawarsa mewarnai
belantika musik di tanah air, grup band asal Bandung ini, bisa menjadi
ikon band yang konsisten dalam menawarkan karakter lagu nan khas. Dan,
hal tersebut makin dikukuhkan lewat album keenam bertajuk “Soulmate”,
yang baru dilempar Musica Studio’s, produser album Kahitna ke pasaran,
awal Maret 2006.
Kahitna, yang kini berformasi : Yovie Widianto (piano/keyboard),
Bambang Purwono (keyboard.sound programming), Andrie Bayuadjie (gitar),
Budiana Nugraha (drum), Dody Is (bas), Harry SW (perkusi), Hedi Yunus
(vokal), Carlo Saba (vokal) dan tambahan vokalis baru, Mario Ginanjar,
menawarkan aneka tembang bertabur kata cinta sederhana dan bermelodi
manis dengan aksen “piano song” nan kental. Ciri itu telah ditunjukkan
Kahitna dalam enam album yang dihasilkan.
Album-album itu bertajuk aneka kata yang juga menjadi judul hits mereka
sudah lebih dari 12 tahun nyangkut di telinga yaitu “Cerita Cinta”
(1994), “Cantik” (1996), “Sampai Nanti” (1998), “Permaisuriku” (2000),
“Cinta Sudah Lewat” (2003) dan “Soulmate” (2006). Tahun 2002, Yovie dan
kawan-kawan sempat menelurkan album “The Best of Kahitna”. “Jadi kami
total sudah mempunyai enam album plus album kompilasi dan single hits
“Adakah Dia” tahun 1989,” ungkap Yovie.
Yovie, motor penggerak sekaligus pencipta hampir semua tembang-tembang
Kahitna mengakui, menjaga ciri khas warna Kahitna menjadi usaha keras
grup band-nya dalam membelai telinga penggemar. “Jangan harapkan kami
membuat lagu seperti U2 atau Genesis misalnya. Karena sejak awal kami
sudah punya fans solid yang sudah nyaman menikmati warna khas kami
seperti ini,” tandas Yovie yang juga sempat membidani kelahiran dan
mengawaki grup Yovie and The Nuno ini.
Dengan jati diri yang bertahan itu, bukan berarti Kahitna stag dan tak
bisa berkembang. Kalaupun ada (dan pasti ada) pengembangan lebih proses
kreatifitas lagu, seperti sebatas penggarapan aransemen lagu.
Selebihnya, Kahitna nyaman dengan ciri sebagai band pop bersentuhan
kemasan piano nan manis. Dalam lirikpun Kahitna atau tepatnya Yovie
menancapkan jati diri dengan lirik cinta sederhana tanpa ciri puitis
namun tetap terasa orisinil.
Simaklah, cuplikan lirik “walau mentari terbit di utara…” dalam tembang
“Cantik”. Hal itu agaknya coba diulang Yovie lewat tembang “Diasinin”.
Sebenarnya, lirik tembang ini sederhana saja. Ungkapan diasinin, terasa
menjadi “istimewa” lantaran inilah kosa kata khas anak muda saat ini
untuk menunjukkan situasi “dicuekin” oleh seseorang. Istilah “fungky”
itu masuk ke dalam kosa kata lirik-lirik tembang Kahitna dalam album
ini bukan tanpa sebab.
Setidaknya, “Diasinin” jadi jembatan Kahitna untuk merangkul pasar
lebih luas lagi ke komunitas anak remaja atau muda usia. Kosa kata khas
ini bukan tak mungkin menjadi ngetop sebagai idiom khusus kelak lewat
dendangan Kahitna nan riang. Merangkul pasar yang lebih luas perlu
dilakukan band sekelas Kahitna? Mengapa tidak. Inilah strategi dagang
yang cukup jitu.
Kehadiran Mario, vokalis anyar yang baru beberapa tahun bergabung ke
dalam Kahitna, paling tidak menunjukkan kesegaran tersebut. Semenjak
keluarnya Ronny Waluya, sejak peluncuran album perdana, Kahitna memang
berformasi dua vokalis : Hedi dan Carlo. Selain itu, tercatat Kahitna
tetap menyajikan selusin tembang mellow yang bakal nyangkut asyik di
telinga penggemarnya dan beberapa tembang bertempo medium yang riang
dengan angle khas “sudut pandang pria” (personel band ini memang
diawaki cowok-cowok keren!).
Simak saja kalimat manis yang tertera dalam album ini : “Album ini
dipersembahkan untuk para lelaki yang mencintai wanitanya dan para
wanita yang telah membuat indah dunia”.
Tembang mellow itu seperti “Aku, Dirimu, Dirinya” dan “Cinta Sendiri”.
Sedangkan yang bertempo medium dengan irama riang seperti “Kau Ubah
Hariku”, “Mengapa Terlambat” dan “Merasa Tak Dicinta”. Bahkan, Kahitna
menelurkan kembali lagu lama dengan aransemen baru nan ciamik yaitu
tembang “Katakan”. Tembang daur ulang ciptaan Yovie ini diaransemen
ulang ala acid jazz yang asyik membelai telinga.
Copyright 2007. All Rights Reserved. |
|
ChatBox
|